Hujan bukannya surut, malah makin besar saja
Halilintar makin ganas dan siap menyambar siapa saja
Udara yang tadinya ramah makin membuat gerah
Tapi aku tetap melangkah, tak mau mengalah
Karna ini adalah jalan. Jalan yang kutempuh
untuk menggapaimu.
Kau sudah terlalu lama menunggu.
Menungguku
Hatimu masih sepi saat pertama kali ku datang menemuimu
Senyummu sudah cukup menghangatkan tubuhku
yang habis dibasahkuyupkan hujan digilas waktu
Lihat, kita sudah sangat dekat
Namun kau dan aku sangat jauh terlewat
Sudah saatnya kata kau dan aku dihapuskan
Hingga hanya ada kita
Kita akan bersama
Sampai waktu bosan
menghitung hari, tanggal, dan bulan
Sampai kapanpun akan selalu bersama
Sampai kata tak mampu lagi bicara
Sampai airmata tinggal setetes saja
(25 Des ’10)
Minggu, 23 Januari 2011
Home »
Cinta
,
Coretanku
,
Puisi Saya
»
Untuk: Kau
Untuk: Kau
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar